Unsur, Jenis dan Kebahasaan Novel

 

 

A.    Unsur-Unsur Novel

1.          Unsur Intrinsik

a)      Unsur Intrinsik ini terdiri dari :

·         Tema

Tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang mendasari jalan cerita novel (Drs. Rustamaji, M.Pd, Agus priantoro, S.Pd).

·         Setting

Setting merupakan latar belakang yang membantu kejelasan jalan cerita, setting ini meliputi waktu, tempat, social budaya (Drs, Rustamaji, M.Pd, Agus Priantoro, S.Pd).

·         Sudut Pandang

Sudut pandang dijelaskan perry Lubback dalam bukunya The Craft Of Fiction (Lubbock, 1968). Menurut Harry Show (1972 : 293) sudut pandang dibagi menjadi 3 yaitu :

1) Pengarang menggunakan sudut pandang took dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.

2)   Pengarang mengunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlihat di dalam cerita pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga.

3)   Pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri di luar cerita, ia serba melihat, serba mendengar, serba tahu. Ia melihat sampai ke dalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.

·       Alur / Plot

Alur / plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel. Alur dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan, S.Pd).

·       Penokohan

Penokohan menggambarkan karakter untuk pelaku. Pelaku bisa diketahu karakternya dari cara bertindak, ciri fisik, lingkungan tempat tinggal. (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd).

·       Gaya Bahasa

Merupakan gaya yang dominant dalam sebuah novel (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd).

  

b)    Unsur Ekstinsik

Unsur ini meliputi latar belakang penciptaan, sejarah, biografi pengarang, dan lain – lain, di luar unsur intrinsic. Unsur-unsur yang ada di luar tubuh karya sastra. Perhatian terhadap unsur-unsur ini akan membantu keakuratan penafsiran isi suatu karya sastra (Drs. Rustamaji, M,Pd, Agus Priantoro, S.Pd).

·       Nilai Sosial

Nilai sosial ini akan membuat orang lebih tahu dan memahami kehidupan manusia lain.

·       Nilai Ethik

Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri yaitu novel yang isinya dapat memausiakan para pembacanya, Novel-novel demikian yang dicari dan dihargai oleh para pembaca yang selalu ingin belajar sesuatu dari seorang pengarang untuk menyempurnakan dirinya sebagai manusia.

·       Nilai Hedorik

Nilai hedonik ini yang bisa memberikan kesenangan kepada pembacanya sehingga pembaca ikut terbawa ke dalam cerita novel yang diberikan.

·       Nilai Koleksi

Novel yang bisa dibaca berkali-kali yang berakibat bahwa orang harus membelinya sendiri, menyimpan dan diabadikan.

·       Nilai Kultural

Novel juga memberikan dan melestarikan budaya dan peradaban masyarakat, sehingga pembaca dapat mengetahui kebudayaan masyarakat lain daerah.

·       Nilai Spirit

Nialai sastra yang mempunyai nilai spirit isinya dapat menantang sikap hidup dan kepercayaan pembacanya. Sehingga pembaca mendapatkan kepribadian yang tangguh percaya akan dirinya sendiri.

 

2.          Jenis-Jenis Novel

Berikut dibawah ini terdapat beberapa jenis-jenis novel, antara lain:

a)      Berdasarkan kejadian nyata atau tidak nyata

·     Novel Fiksi merupakan jenis novel yang tidak nyata atau tidak ada kejadian di dunia. Novel ini merupakan karya fiktif dari seorang pengarang. Contohnya Harry Potter, The Hobbit dsb.

·      Novel non Fiksi yaitu jenis novel dari kisah nyata dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Contoh Laskar Pelangi.

b)      Berdasarkan Genre Cerita

·     Novel Romantis, yaitu jenis novel yang menggambarkan kasih sayang dan cinta antar manusia. Contoh Ketika Cinta Bertasbih, Harlequin dll

·    Novel Horro/menyeramkan, yaitu jenis novel yang menceritakan kisah menakutkan. Contoh Bangku Kosong

·     Novel Misteri, yaitu jenis novel yang menceritakan kisah misteri dan detektif. Contoh Novel Agatha Christie dan Sherlock Holmes

·     Novel Komedi, yaitu jenis novel yang menceritakan seputar komedi dan hal hal yang berbau komedi. Contoh Marmut Merah Jambu, Kambing Jantan.

·      Novel Inspiratif, yaitu jenis novel yang berisi kisah inspiratif. Contoh Negeri 5 Menara.

c)      Berdasarkan Isi dan Tokoh

·         Novel Teenlit, yaitu novel yang berisi tentang kisah cinta remaja. Contoh Dealova

·         Novel Chicklit, yaitu jenis novel yang menceritakan kisah seorang perempuan muda dengan berbagai permasalahannya. Contoh Miss Jutek

·       Novel Songlit, yaitu jenis novel yang dikarang berdasarkan cerita dari sebuah lagu

·    Novel Dewasa, yaitu jenis novel yang bercerita tentang cerita orang dewasa. Contoh Saman dan Larung.

d)     Struktur Novel

Berikut ini adalah penjelasan tentang struktur novel:

·       Abstrak adalah ringkasan dari isi cerita yang biasanya ditemukan di awal sebuah cerita dalam sebuah novel.

·    Orientasi adalah bagian dari penjelasan sikap waktu dan suasana. Dalam perjalanan sejarah, penokohan atau penokohan terkadang dibicarakan.

·      Komplikasi adalah konsekuensi dari peristiwa yang dihubungkan oleh sebab dan akibat, dengan setiap peristiwa terjadi karena sebab dan mengarah pada munculnya peristiwa lain.

·     Evaluasi adalah bagian di mana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi diarahkan ke titik tertentu.

·       Resolusi adalah bagian dari novel yang menunjukkan solusi untuk konflik saat ini.

·       Koda adalah bagian terakhir atau terakhir dari cerita dalam novel.

 

3.          Kebahasaan Novel

Unsur Kebahasaan Novel ~ Novel merupakan karangan prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang yang berada di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis. (Wikipedia)

Apa unsur kebahasaan novel?

Pada umumnya novel memiliki 7 unsur kebahasaan novel yang perlu kamu ketahui. Berikut ini unsur kebahasaan novel

1.      Verbal Material

2.      Verbal Mental

3.      Konjungsi Temporal

4.      Kata Sifat

5.      Kalimat Tidak Langsung

6.      Kalimat Langsung, dan

7.      Kalimat Lampau

 

Di atas merupakan ciri-ciri unsur kebahasaan novel pada umumnya seperti novel berjudul marioposa, laskar pelangi, dilan, sang pemimpi, 5 cm, bumi manusia, perahu kertas dan masih banyak lagi novel-novel sejenisnya.

Penjelasan Unsur Kebahasaan novel dan Contohnya

1.      Verbal Material

Verba material adalah kata kerja yang berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik yang dapat dilihat secara nyata oleh partisipan yang melakukan sesuatu yg bisa disebut aktor

Contoh Kalima Verbal Material:

·     Melihat anak-anaknya yang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengadakan upacara ala anak kecil.

·    Zafran, Riani, Genta, Arial, Ian, Dinda ingat dengan pengalaman mereka saat mengikuti upacara di puncak Mahameru lalu.

2.      Verba Mental

Verba mental adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya: melihat, merasa), afeksi (misalnya: suka, khawatir), dan kognisi (misalnya: berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindera (senser) dan fenomena.

Contoh Kaliamt Verba Mental:

·     Arial di gambarkan sebagai cowok yang tampan dan banyak perempuan naksir dan berebut ingin jadi kekasihnya, tetapi Arial pada saat itu tidak terlalu memikirkan seorang kekasih.

·    Walaupun pekerjaan itu selalu menemani mereka sehingga hari pun tak terasa, mereka tetap merasakan betapa rindunya lama tidak bertemu para sahabatnya.

 

3.      Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang menerangkan hubungan waktu dari dua peristiwa yang berbeda. Konjungsi temporal termasuk kata hubung yang erat kaitannya dengan waktu.

Contoh Kalimat Konjungsi Temporal:

·    Saat mereka beristirahat untuk pulang keesokan harinya, Riani dan Genta masih di luar tenda.

·   Dinda juga ikut menangis mendengar percakapan Genta dan Riani, lalu memeluk erat kakak kembar annya yang tidur di sampingnya.

4.      Kata Sifat

Apa yang dimaksud dengan kata sifat? Kata sifat merupakan kelas kata yang mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat dapat menerangkan kuantitas, kecukupan, urutan, kualitas, maupun penekanan suatu kata.

Contoh Kalimat Kata Sifat:

·      Zafran di gambarkan sebagai cowok yang kocak, senang bersyair dan membuat puisi-puisi, hidupnya seperti kurang lengkap jika tidak bersyair selama sehari, dan yang terakhir adalah Ian, cowok gendut pecinta bola dan juga fans berat Manchester United.

·   Riani adalah satu-satunya cewek di kelompok mereka, Riani di gambarkan sebagai gadis yang cantik dan juga cerdas.

5.      Kalimat Langsung

Apa yang dimaksud dengan kalimat langsung? Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain.

Contoh kalimat langsung:

·         Fuad mengatakan “Apa yang kalian kerjakan?”

·         Rini mengatakan “Aku akan pergi ke Pasar untuk belanja bahan makanan”

6.      Kalimat Tidak Langsung

Apa yang dimaksud dengan kalimat tidak langsung? Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita.

Contoh Kalimat Tidak Langsung:

·         “Saya akan berangkat ke Kampus untuk kuliah” Kata Adit

·         “Kapan kalian mengerjakan tugas dari dosen?” Tanya Mausar

7.      Kalimat Lampau

Apa yang dimaksud dengan kalimat lampau? kalimat lampau adalah kalimat yang menyatakan peristiwa masa lampau.

Contoh Kalimat Lampau:

·         Sabir Telah mengerjakan tugas dari dosen pada minggu yang lalu

·         Pembahasan tentang novel telah di bahas pada pertemuan sebelumnya.

Novel

N   o   v   e   l

Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa. Kisah di dalam novel merupakan hasil karya imajinasi yang membahas tentang permasalahan kehidupan seseorang atau berbagai tokoh. Cerita di dalam novel dimulai dengan muncunya persoalan yang dialamai oleh tokoh dan diakhiri dengan penyelesaian masalahnya. Novel memiliki cerita yang lebih rumit dibandingkan dengan cerita pendek. Tokoh dan tempat yang diceritakan di dalam novel sangat beragam dan membahas waktu yang lama dalam penceritaan. Penokohan di dalam novel menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis.

Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun". Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasikabad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18. Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.

Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai "narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi", sementara dalam novel "peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa nyata yang biasa terjadi dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu". Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott, Wuthering Heights karya Emily Brontë, dan Moby-Dick karya Herman Melville, sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel.


Penentuan Gender Novel

Novel adalah narasi fiksi panjang yang menceritakan pengalaman manusia secara lebih dekat. Novel di era modern biasanya menggunakan gaya prosa sastra dan pengembangan novel bentuk prosa tersebut saat ini telah didukung dengan inovasi-inovasi dalam dunia percetakan dan diperkenalkannya kertas murah pada abad ke-15.

Kata ini berasal dari bahasa Italia novella artinya "baru", "berita", atau "cerita pendek mengenai sesuatu yang baru", dan kata itu sendiri berasal dari bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang disingkat novus, artinya "baru".


Narasi fiksi

Fiksionalitas adalah hal yang paling sering disebut sebagai pembeda antara novel dengan historiografi. Tapi, kriteria ini dapat menjadi masalah. Pada periode modern awal, para penulis narasi historis sering menyertakan pemikiran-pemikiran yang berakar pada keyakinan tradisional untuk memperindah bagian cerita atau menambah kredibilitas pada suatu opini. Sejarawan juga membuat gaya penulisan yang serupa untuk tujuan didaktik. Di sisi lain, novel dapat menggambarkan realitas sosial, politik, dan kepribadian dari suatu tempat dan periode waktu dengan kejelasan dan detail yang tidak ditemukan dalam tulisan-tulisan sejarah.


Prosa sastra

Dalam novel modern, bentuk prosa lebih disukai daripada sajak, tetapi pendahulu novel modern Eropa menyertakan epos-epos sajak dalam rumpun bahasa Roman dari selatan Prancis, khususnya karya-karya Chrétien de Troyes (akhir abad ke-12), dan dalam bahasa Inggris pertengahan (The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer (sekitar 1343-1400)). Bahkan pada abad ke-19, narasi fiktif dalam sajak, seperti Don Juan (1824) karya Lord ByronYevgeniy Onegin (1833) karya Alexander Pushkin, dan Aurora Leigh (1856) karya Elizabeth Barret Browning, bersaing dengan dengan novel prosa. The Golden Gate (1986) karya Vikram Seth adalah contoh novel sajak terbaru.


Isi prosa: mengalami lebih dekat

Baik pada abad ke-12 di Jepang maupun abad ke-15 di Eropa, fiksi prosa menciptakan situasi membaca yang lebih dekat. Di sisi lain, epos sajak, termasuk Odyssey dan Aeneid, telah dibacakan untuk khalayak pilihan, ini lebih dekat daripada pertunjukan drama di teater.

Dunia baru dari mode individualistis, pandangan pribadi, perasaan akrab, keinginan rahasia, "tingkah laku", dan "kesopansantunan" menyebar bersama novel dan roman prosa yang terkait.

 

Panjang prosa

Novel saat ini adalah genre terpanjang dari fiksi prosa naratif, diikuti oleh novellacerita pendek, dan fiksi kilat. Tapi, kritikus pada abad ke-17 melihat panjang epos roman dan novel bersaing ketat. Tidak dapat ditetapkan definisi yang tepat mengenai perbedaan panjang antara kedua jenis fiksi tersebut. Syarat panjang novel secara tradisional berhubungan dengan pendapat bahwa sebuah novel harus mencakup "keseluruhan hidup."

Panjang sebuah novel masih menjadi hal penting karena kebanyakan penghargaan sastra menggunakan panjang sebagai kriteria dalam sistem penilaian.

 

 

 

 

Novel 

Novel adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa. Kisah di dalam novel merupakan hasil karya imajinasi yang membahas tentang permasalahan kehidupan seseorang atau berbagai tokoh. Cerita di dalam novel dimulai dengan muncunya persoalan yang dialamai oleh tokoh dan diakhiri dengan penyelesaian masalahnya. Novel memiliki cerita yang lebih rumit dibandingkan dengan cerita pendek. Tokoh dan tempat yang diceritakan di dalam novel sangat beragam dan membahas waktu yang lama dalam penceritaan. Penokohan di dalam novel menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku dalam kisah yang diceritakan. Novel terdiri dari bab dan sub-bab tertentu sesuai dengan kisah ceritanya. Penulis novel disebut novelis.

Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun". Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasikabad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18. Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.

Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai "narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi", sementara dalam novel "peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa nyata yang biasa terjadi dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu". Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott, Wuthering Heights karya Emily Brontë, dan Moby-Dick karya Herman Melville, sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel.


Penentuan Gender Novel

Novel adalah narasi fiksi panjang yang menceritakan pengalaman manusia secara lebih dekat. Novel di era modern biasanya menggunakan gaya prosa sastra dan pengembangan novel bentuk prosa tersebut saat ini telah didukung dengan inovasi-inovasi dalam dunia percetakan dan diperkenalkannya kertas murah pada abad ke-15.

Kata ini berasal dari bahasa Italia novella artinya "baru", "berita", atau "cerita pendek mengenai sesuatu yang baru", dan kata itu sendiri berasal dari bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang disingkat novus, artinya "baru".


Narasi fiksi

Fiksionalitas adalah hal yang paling sering disebut sebagai pembeda antara novel dengan historiografi. Tapi, kriteria ini dapat menjadi masalah. Pada periode modern awal, para penulis narasi historis sering menyertakan pemikiran-pemikiran yang berakar pada keyakinan tradisional untuk memperindah bagian cerita atau menambah kredibilitas pada suatu opini. Sejarawan juga membuat gaya penulisan yang serupa untuk tujuan didaktik. Di sisi lain, novel dapat menggambarkan realitas sosial, politik, dan kepribadian dari suatu tempat dan periode waktu dengan kejelasan dan detail yang tidak ditemukan dalam tulisan-tulisan sejarah.


Prosa sastra

Dalam novel modern, bentuk prosa lebih disukai daripada sajak, tetapi pendahulu novel modern Eropa menyertakan epos-epos sajak dalam rumpun bahasa Roman dari selatan Prancis, khususnya karya-karya Chrétien de Troyes (akhir abad ke-12), dan dalam bahasa Inggris pertengahan (The Canterbury Tales karya Geoffrey Chaucer (sekitar 1343-1400)). Bahkan pada abad ke-19, narasi fiktif dalam sajak, seperti Don Juan (1824) karya Lord ByronYevgeniy Onegin (1833) karya Alexander Pushkin, dan Aurora Leigh (1856) karya Elizabeth Barret Browning, bersaing dengan dengan novel prosa. The Golden Gate (1986) karya Vikram Seth adalah contoh novel sajak terbaru.


Isi prosa: mengalami lebih dekat

Baik pada abad ke-12 di Jepang maupun abad ke-15 di Eropa, fiksi prosa menciptakan situasi membaca yang lebih dekat. Di sisi lain, epos sajak, termasuk Odyssey dan Aeneid, telah dibacakan untuk khalayak pilihan, ini lebih dekat daripada pertunjukan drama di teater.

Dunia baru dari mode individualistis, pandangan pribadi, perasaan akrab, keinginan rahasia, "tingkah laku", dan "kesopansantunan" menyebar bersama novel dan roman prosa yang terkait.

  

Panjang prosa

Novel saat ini adalah genre terpanjang dari fiksi prosa naratif, diikuti oleh novellacerita pendek, dan fiksi kilat. Tapi, kritikus pada abad ke-17 melihat panjang epos roman dan novel bersaing ketat. Tidak dapat ditetapkan definisi yang tepat mengenai perbedaan panjang antara kedua jenis fiksi tersebut. Syarat panjang novel secara tradisional berhubungan dengan pendapat bahwa sebuah novel harus mencakup "keseluruhan hidup."

Panjang sebuah novel masih menjadi hal penting karena kebanyakan penghargaan sastra menggunakan panjang sebagai kriteria dalam sistem penilaian.

 

 

 

 

Pegertian Teks Negosiasi

TEKS NEGOSIASI: Pengertian, Ciri, Kaidah, Struktur, Tujua

Setiap manusia umumnya pernah melakukan tawar menawar dengan orang lain dalam hal jual beli, pengusaha dan pihak bank, maupun lainnya. Tawar menawar ini sering disebut juga dengan negosiasi. Dibawah nanti akan kami urai pengertian teks negosiasi dan struktur nya secara rinci.


Ciri-ciri teks negosiasi yang paling menonjol yaitu dapat mencari penyelesaian dan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan. Tujuan dilakukannya negosiasi untuk mendapatkan kata ‘sepakat‘.


Pengertian Teks Negosiasi


Teks Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.


Kedua pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir dengan kesepakatan bersama.


Ciri-Ciri Teks Negosiasi


Yang membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya karena negosiasi mempunyai ciri-ciri diantaranya:


Menghasilkan kesepakatan (yang saling menguntungkan).


Mengarah pada tujuan praktis.


Memprioritaskan kepentingan bersama.


Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian.


Kaidah Kebahasaan


Kaidah kebahasaan yang biasanya digunakan dalam teks negosiasi diantaranya:


Menggunakan bahasa yang santun.


Terdapat ungkapan persuasif (bahasa untuk membujuk).


Berisi pasangan tuturan.


Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak.


Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.


Tidak berargumen dalam 1 waktu.


Didasari argumen yang kuat disertai fakta.


Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/tidak).


Jangan menyela argumen.


Struktur Kompleks Negosiasi


Terdapat 7 unsur yang menyusun negosiasi sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh, berikut ini struktur kompleks teks negosias: 

  1. Orientasi: Kalimat pembuka, biasanya ucapan salam. Fungsi nya untuk memulai negosiasi.
  2. Permintaan: Suatu hal berupa barang atau jasa yang ingin dibeli oleh pembeli.
  3. Pemenuhan: Kesanggupan hal berupa barang atau jasa dari penjual yang diminta oleh pembeli.
  4. Penawaran: Puncaknya negosiasi yang terjadi, kedua pihak saling tawar menawar.
  5. Persetujuan: Kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  6. Pembelian: Keputusan konsumen jadi menyetujui negosiasi itu atau tidak.
  7. Penutup: Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau terimakasih.

Tujuan Negosiasi

Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, beberapa diantaranya untuk:
  • Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
  • Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.
  • Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).
Proses negosiasi akan memberikan manfaat bagi perusahaan diantaranya membuat hubungan bisnis menjadi lebih luas dan pasar lebih berkembang. Berikut ini contoh singkat

Penjual  : Ada yang bisa dibantu mas?
Pembeli : Baju yang ini ukuran L ada enggak?
Penjual  : Ada mas, sebentar saya ambil.
Pembeli : Iya.
Penjual  : Ini mas yang ukuran L.
Pembeli : Berapa harganya mas?
Penjual  : Itu 300 ribu, pas nya 290 ribu
Pembeli : Bisa 260 enggak pak?
Penjual  : Tidak bisa mas, paling kurangi 5 ribu jadi 285 ribu.
Pembeli : Ya 280 ribu deh pak, langsung saya beli.
Penjual  :  Iya baiklah.


Proposal
adalah tulisan yang dibuat oleh penulis dengan maksud untuk menjelaskan rencana dan tujuan suatu kegiatan kepada para pembaca, sehingga mereka mendapatkan pemahaman tentang tujuan kegiatan tersebut secara lebih jelas dan detail. Jadi dengan proposal maka diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada para pembaca, sehingga mereka mengerti maksud dan tujuan proposal tersebut. Proposal umumnya dibuat ketika seseorang/sekelompok orang akan melakukan suatu aktivitas yang berhubungan dengan orang lain. Proposal dibuat agar pembaca proposal tertarik dengan ide, gagasan ataupun hal lain yang kita tuliskan dalam proposal tersebut. Proposal digunakan untuk beberapa tujuan diantaranya adalah untuk pengajuan kerjasama, pengajuan dana bantuan dan pengajuan izin suatu kegiatan.

  • Pengertian Proposal  Menurut Para Ahli

Kata proposal sendiri berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan. Berikut pengertian proposal menurut pendapat para ahli sebagai berikut :

  • Menurut KBBI

proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja.

  • Menurut Hariwijaya

Pengertian Proposal adalah bentuk pengajuan, permohonan, penawaran baik itu berupa ide, gagasan, pemikiran maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, baik itu sifatnya izin, persetujuan, dana dan lain lain (Hariwijaya 2005).

  • Menurut Hasnun Anwar (2004:73)

proposal adalah rencana yang disusun untuk kegiatan tertentu.

  • Menurut Jay (2006:1)

proposal adalah alat bantu  menejemen standar agar manajemen dapat berfungsi secara efisien.

  • Menurut Hadi

proposal adalah suatu usulan tersruktur untuk agenda kerjasama bisnis antar lembaga, perusahaan, usulan kegiatan sampai pada pemecahan masalah.

  • Menurut Keraf (2001:302)

Proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu  pekerjaan.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan proposal adalah suatu rancangan kegiatan atau kerja yang disusun secara sistematis dan terperinci sesuai standar oleh seseorang atau sekelompok peneliti untuk diajukan kepada pihak yang dikehendaki dalam mendapatkan persetujuan maupun bantuan dalam penelitiannya.

Latihan https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdrlm_tn_HQPyrTQL5w2HPhgBW9hkc_gdwaMMk1qY-itSndcQ/viewform?usp=sf_link